Bupati Kabupaten Dairi
Wakil Bupati Kabupaten Dairi

24 Maret 2011, 12:03

Ekspose Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2011 PT. Dairi Prima Mineral Kabupaten Dairi

  • Ekspose Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2011 PT. Dairi Prima Mineral Kabupaten Dairi

    PT. Dairi Prima Mineral selaku pemegang Kontrak Karya Nomor 99PK0071 dengan luas wilayah 27.420 Ha berada di Kabupaten Dairi. Pada tahun 2011 akan merencanakan beberapa kegiatan dan untuk mengetahui data informasi Pertambangan Mineral dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Perusahaan. Acara ini dihadiri Asisten I,II Setda Kab. Dairi Kadis. Pertambangan dan Energi, Kadis. Kehutanan dan Perkebunan Kab.  Dairi, Kadis Tenaga Kerja dan Sosial Kab. Dairi, Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab. Dairi, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kab. Dairi, Camat Silima Pungga-pungga dan seluruh staf Dinas Pertambangan dan Energi serta Direktur PT. DPM Junjungan Harahap dan beberapa manager dari PT. Dairi Prima Mineral.

    Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Dairi, Ir. Sahala Tua Manik. Kamis, Tanggal 24 Maret 2011 di Ruang Aula Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Dairi.

    Ekspose/persentasi RKAB PT. DPM Tahun 2011 merupakan wujud pelaksanaan peraturan pemerintah sektor pertambangan sebagai salah satu kewajiban pengusahaannya kepada Pemerintah dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan pengusahaan pertambangan PT. DPM diketahui oleh Pemerintah dan dapat diawasi secara menyeluruh oleh Pemerintah berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 2 “Kekayaan mineral & batubara adalah milik rakyat, dikuasai oleh Negara dan Penyelenggaraan Penguasaan oleh Negara dilaksanakan oleh Pemerintah & Daerah.

    Dalam kesempatan ini, pemaparan RKAB PT. DPM Tahun 2011 ini disampaikan oleh Jonny Lingga (Manager CSR). Pada rencana strategis lima tahun, PT. DPM melakukan penambangan dengan menggunakan metode tambang dalam (underground mining) dan pengisian kembali (back fill). Jumlah cadangan untuk deposit Anjing Hitam adalah 7,7 juta ton dengan rencana produksi 1 juta ton/tahun dengan jumlah ekstraksi 84% cadangan yang ada. Produk akhir dari PT. DPM adalah berupa bentuk konsentrat yang mengandung Timah Hitam (Pb) serta Seng (Zn) dan Perak (Ag). Kegiatan eksplorasi tahun 2011 adalah melanjutkan program  2010 untuk mendapatkan wilayah prospek baru, meliputi : Lae Jehe, Base camp, Bongkaras, Sinar Pagi, eksplorasi regional khusus di areal Lae Itam, Studi Metalurgi Anjing Hitam dan Studi Geoteknik dan Survey. Jumlah lubang bor untiuk kegiatan eksplorasi sampai dengan akhir tahun 2009 sebanyak 230 lubang bor. Kegiatan pengelolaan lingkungan tetap dilakukaan meliputi : perawatan areal rehabilitasi dan penghijauan serta pembuatan kompos untuk PT. DPM, ikut serta melakukan penghijauan di lokasi masyarakat dengan memberikan bantuan bibit. Sistem pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PT. DPM telah disusun dan sebagian telah diimplementasikan di lingkungan perusahaan dan saat ini sedang aktif mengembangkan Standard Operational Procedure (SOP) untuk semua aktivitas.

    Elly Mastiar (Environmental Manager) menambahkan, perlu kajian-kajian teknis untuk pemindahan lokasi TSF (Tailing Storage Facility) ke Bondar Begu yang sebelumnya direncanakan di Dusun Sopokomil. Pihak PT. DPM akan berkoodinasi dengan instansi terkait yang akan melakukan persiapan Studi AMDAL yang baru mengenai pemindahan lokasi TSF tersebut.


    Menanggapi hal-hal yang telah disampaikan oleh Pihak PT. DPM, Ir. Januari Simarmata berharap agar PT. DPM mendukung Program Adipura sebagai wujud kepedulian dalam hal penghijauan dan kampanye lingkungan.RKAB ini merupakan acara rutin tahunan. Perusahaan tambang harus pada pengelolaan lingkungan yang baik, pengembangan masyarakat sekitar tambang secara optimal dan pelaksanaan good mining practice. Keuntungan yang penting agar perusahaan tambang dapat membiayai seluruh kewajibannya terutama rehabilitasi lingkungan dan pengembangan masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten Dairi tetap mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan pertambangan PT. Dairi Prima Mineral dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam rangka pelepasan izin pinjam pakai Kawasan Hutan Lindung,PT. Dairi Prima Mineral terus meningkatkan koordinasi kepada Pemerintah atau instansi terkait dalam sektor pertambangan dan wajib melaksanakan kegiatan pengusahaan pertambangan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.(Distamben Kab. Dairi)