Bupati Kabupaten Dairi
Wakil Bupati Kabupaten Dairi

02 November 2011, 03:11

Sosialisasi Penanggulangan Bencana

  • Sosialisasi Penanggulangan Bencana

    Dairi – Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Kantor Kesbang & Linmas melakukan Sosialisasi Penganggulangan Bencana yang bertempat di Balai Karina Sidikalang, Rabu (2/11).

    Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Drs. Arsenius Marbun, M. MA dan dihadiri Pegawai Negeri Sipil, FKUB, KNPI, Lurah/Kepala Desa dan Linmas Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Turut juga diundang nara sumber sebagai fasilitator yang berkompoten dari luar maupun dari dalam daerah yaitu Ir. Anna Sitepu dari Dinas Pertambangan Prov. SU dengan materi Informasi Potensi Bencana (Geologi), Hendra dari BMKG Prov. SU dengan materi Fenomena alam penyebab bencana, Robert Simanjuntak, SH dari Bakesbang, Pol dan Linmas Prov. SU dengan materi Peran Sat Linmas dalam penanganan bencana, Aris Fadila, ST dari BPBD Prov. SU dengan materi Manajemen penanggulangan bencana dan S. Charles Bantjin, ST dari Dinas Pertambangan Kabupaten Dairi.

    Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Dairi Rahmatsyah Sitepu, SH dalam laporannya mengatakan latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah bahwa daerah Kabupaten Dairi adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Utara yang rawan bencana, oleh karena itu kita perlu menginformasikan kepada masyarakat bagaimana mengantisipasi bencana tersebut.

    Tujuan dilaksanankannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman para peserta dalam penanganan penanggulangan bencana mencakup pengertian, ruang lingkup dan langkah-langkah konstruktif dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

    Sekdakad. Dairi dalam sambutannya mengatakan secara geografis Kabupaten Dairi adalah merupakan daerah rawan bencana alam, geologi utamanya bencana alam gempa bumi. Kejadian gempa bumi di Patahan Renun yang memotong bumi Kabupaten Dairi tercatat terjadi pada tahun 1916. Fakta empiris diberbagai tempat menunjukkan bahwa gempa bumi di jalur patahan terjadi berulang dalam periode antara 70 s/d 100 tahun, artinya gempa bumi di jalur Patahan Renun termasuk ke dalam waktu penanggulangannya.

    Beliau mengatakan “Mengingat kondisi Kabupaten Dairi secara geografis, geologis berpotensi sebagai daerah rawan bencana yang dapat mengakibatkan korban jiwa. Semua komponen seyogyanya memahami bahwa untuk mengantisipasi bencana, diperlukan upaya penanggulangan secara terencana, terpadu dan menyeluruh yang melibatkan semua potensi”. katanya.

    Diakhir sambutannya mengharapkan dengan pertemuan ini seluruh peserta bisa semakin memperluas wawasan dan pengetahuan dalam hal bencana dan penanggulangan bencana. Saat terjadi bencana, jangan panik namun lakukanlah penanganan secara cepat dan tepat diiringi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.